jump to navigation

Ahlan wa Sahlan September 9, 2008

Posted by maszaza in Uncategorized.
add a comment

Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2000 jumlah anak usia 0-6 tahun sebesar 26,9 juta (12,85 %), dari jumlah tersebut anak usia 0-3 tahun yang terlayani program Bina Keluarga Balita sebanyak 5,88 juta (15,34 %), sedang anak usia 4-6 tahun yang terlayani pendidikan pra sekolah melalui Taman Kanak-kanak sekitar 2,1 juta (5,56 %), sisanya belum mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai (Sumber BPS 2000,BKKBN dan Depdiknas). Layanan pendidikan anak dini usia, saat ini baru dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat menengah ke atas. Sehingga dari data tersebut, sangat nampak bahwa pelayanan terhadap anak dini usia belum optimal dan belum menjangkau keseluruh lapisan masyarakat.

Mendesaknya kebutuhan akan pendidikan juga dipacu oleh hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa perkembangan intelektual terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal usia anak. Sedangkan banyak orangtua disibukkan oleh pekerjaan, sehingga tidak dapat memberikan pendidikan yang tepat untuk sang buah hati sejak dini. Kebanyakan orang tua menyerahkan pendidikan dan pengasuhan anak balitanya kepada pembantu/pengasuh yang tidak dibekali ilmu mendidik anak dengan baik dan benar. Dengan semakin meningkatnya orang tua yang bekerja di luar rumah, membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin berkurang. Sebab lain adalah lemahnya penanaman nilai-nilai akhlaq di dalam rumah. Padahal dari rumah lah segalanya bermula. Rumah lah yang akan membentuk kepribadian anak menjadi apa.

Oleh karena itu pada tahun–tahun awal (usia dini) selain gizi yang cukup dan layanan kesehatan yang baik, rangsangan-rangsangan intelektual spiritual amat diperlukan bagi perkembangan anak selanjutnya.

Kompleksnya kebutuhan pendidikan bagi anak selaras dengan perkembangan iptek, juga telah menuntut perlunya sebuah lembaga yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. Salah satu lembaga yang diharapkan dapat melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman Pengasuhan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB), di bawah program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

PAUD merupakan pendidikan luar sekolah yang mengupayakan pelayanan pendidikan bagi anak dini usia yang sangat menentukan dalam perkembangannya, sebab pada usia dini ini sangat mempengaruhi perkembangan selanjutnya dan meningkatkan produktivitas kerja di masa dewasa.

Pada kenyataannya, pelayanan bagi anak dini usia yang integratif dan holistik yang mencakup aspek-aspek pendidikan, kesehatan, gizi, belum dilaksanakan dengan optimal. Oleh karena itu, hadirnya PAUD merupakan suatu bentuk pelayanan pendidikan anak usia dini dan sekaligus sebagai upaya kegiatan untuk mendukung Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.

Guna mewujudkan suatu pelayanan pendidikan, kesehatan dan gizi secara holistik, integratif dalam penyelenggaraannya, maka suatu keniscayaan apabila Yayasan Sosial dan Dakwah Sejahtera berupaya membekali permata hati dengan penanaman kepribadian mulia sejak dini dengan merintis PAUD Insan Robbani.

Wilayah Kecamatan Kesesi sangat potensial memiliki PAUD atau yang sejenisnya, karena banyak keluarga muda yang bapak dan ibunya bekerja, baik di instansi-instansi, sekolah, pasar dan lainnya.

PAUD Insan Robbani didirikan di wilayah keramaian kota kecamatan Kesesi yang cukup strategis, yang dalam radius 2 km terdapat Perum Griya Kesesi Indah, Puskesmas, SMA N 1 Kesesi, Kompleks Kecamatan, UPTD Pendidikan, KUA, SMP N 1 dan SMP N 2 Kesesi, Kantor Pos, SMP NU, SMK NU. Bahkan masyarakat yang tempat tinggalnya jauh pun masih memungkinkan untuk menitipkan buah hatinya di PAUD Insan Robbani, karena lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.